Senin, 26 Maret 2012

Pengertian, Dampak Ekstasi

send email
print this page





Pengertian, Dampak Ekstasi
Perngertian
Ekstasi atau MDMA (Methylene Dioxy Meth Amphetamine) adalah senyawa kimia yang sering digunakan sebagai obat rekreasi yang membuat penggunanya menjadi sangat aktif. Ekstasi memiliki struktur kimia dan pengaruh yang mirip dengan amfetamin dan halusinogen. Ekstasi biasanya berbentuk tablet berwarna dengan disain yang berbeda-beda. Ekstasi bisa juga berbentuk bubuk atau kapsul.
 
Seperti kebanyakan obat terlarang, tidak ada kontrol yang mengatur kekuatan dan kemurnian salah satu jenis narkoba ini. Bahkan tidak ada jaminan bahwa sebutir ekstasi sepenuhnya berisi ekstasi. Seringkali ekstasi dicampur dengan bahan-bahan berbahaya lainnya. Nama-nama lain: Dolphin, Black Heart, Gober, Circle K, dll.
 
Pengaruh Langsung Pemakaian Ekstasi
•    Perasaan gembira yang meluap-luap.
•    Perasaan nyaman.
•    Rasa mual.
•    Berkeringat & dehidrasi (kehilangan cairan tubuh).
•    Meningkatnya kedekatan dengan orang lain.
•    Percaya diri meningkat dan rasa malu berkurang.
•    Rahang mengencang dan gigi bergemeletuk.
•    Paranoia, kebingungan.
•    Meningkatnya kecepatan denyut jantung, suhu tubuh dan tekanan darah.
•    Pingsan, jatuh atau kejang-kejang (serangan tiba-tiba).
 
Jangka Panjang Pemakaian Ekstasi
Sedikit yang diketahui tentang pengaruh jangka panjang dari pemakaian ekstasi, tetapi kemungkinan kerusakan mental dan psikologis sangat tinggi. Berikut adalah apa saja yang kita sudah tahu:
•    Ekstasi merusak otak dan memperlemah daya ingat.
•    Ekstasi merusak mekanisme di dalam otak yang mengatur daya belajar dan berpikir dengan cepat.
•    Ada bukti bahwa obat ini dapat menyebabkan kerusakan jantung dan hati.
•    Pemakai teratur telah mengakui adanya depresi berat dan telah ada kasus-kasus gangguan kejiwaan.
 
Dampak Menggunakan Ekstasi
a)    Ketergantungan
Ada bukti bahwa orang dapat menjadi kecanduan ekstasi secara psikologis. Pemakai mengakui kesulitan mereka untuk berhenti atau mengurangi pemakaian.
b)    Seks dan Penyakit Menular Seksual (PMS)
Pengaruh-pengaruh ekstasi dapat membuat seseorang bertingkah laku yang membahayakan, atau menempatkan dirinya ke dalam keadaan tidak berdaya. Hal ini dapat mengarah pada pemerkosaan, hubungan seks yang tidak diinginkan, kehamilan dan penyakit-penyakit seperti AIDS atau Hepatitis C.
c)    Daya ingat dan belajar
Suatu penelitian membuktikan bahwa ekstasi menyebabkan kerusakan otak. Ekstasi merusak neuron yang melepaskan serotonin, bahan kimia otak yang mengatur daya ingat dan fungsi-fungsi lain. Penelitian lain menunjukkan bahwa bekas pemakai yang sudah tidak memakai ekstasi selama enam bulan masih terpengaruh secara mental, yang berarti bahwa kerusakannya bersifat jangka panjang dan tidak dapat diperbaiki.
d)    Kematian
Telah diketahui bahwa kematian akibat ekstasi dapat terjadi sebagai akibat dari tiga keadaan yang berbeda:
  •   Pengaruh stimulasi yang mengakibatkan serangan jantung atau pendarahan otak.
  • Kombinasi penggunaan ekstasi dengan dengan aktivitas menari akan menyebabkan naiknya temperatur suhu badan pada tingkat yang berbahaya. Karena biasanya ekstasi diminum di klub-klub malam atau diskotik, maka resiko kematian karena panas yang berlebihan (hyperthermia) akan meningkat.
  • Walau bukan karena akibat langsung dari ekstasi, kematian dapat terjadi karena banyaknya air yang diminum akibat temperatur suhu badan yang tinggi sehingga terjadi “dilutional hyponatremia” -keadaan dimana otak kelebihan cairan.


Pengertian, Dampak Ekstasi

Ditulis Oleh : yomaricoy17 Hari: 09.01 Kategori:

0 comments:

Posting Komentar

Jika Admin tidak menjawab di halaman ini, mungkin Admin telah mengirimkan jawabannya melalui e-mail Anda. Jadi harap lihat e-mail Anda.

 

Widget

DMCA.com
Ping your blog, website, or RSS feed for Free W3 Directory - the World Wide Web Directory Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net Directory submission