Banyak yang tidak diketahui, bahwa dalam bidang farmasi peranan praktisi farmasi muslim begitu besar dalam sejarah farmasi. Toko obat atau drug store ternyata didirikan pertama kali oleh farmasi muslim di Baghdad pada tahun 754 . Tidak hanya itu, apotik juga pertama kali ditemukan oleh praktisi farmasi muslim.
Pada abad pertengahan, ahli kimia muslim yang menguasai ilmu botany dan chemistry secara substansi mengembangkan apa yang saat ini disebut dengan pharmacology.

Beberapa praktisi farmasi muslim sangat berperan penting dalam perkembangan ilmu kefarmasian yang hasilnya masih bisa dirasakan saat ini. Diantara tokoh-tokoh farmasi muslim tersebut adalah sebagai berikut :

Muhammad ibn Zakariya Razi
Muhammad ibn zakariya razi hidup pada tahun 865 sampai dengan 915. Muhammad ibn Zakariya Razi bergerak untuk memperkenalkan penggunaan komposisi kimia untuk penggunaan pengobatan.

Abu Al Qasim Al Zahrawi
Abu Al Qasim Al Zahrawi atau juga dikenal dengan nama Abulcasis yang hidup pada tahun 936 sampai dengan 1013 merupakan yang pertama kali dalam melakukan persiapan pengobatan dengan sublimation dan distillation.

Abu Al Qasim memperkenalkan bagaimana menyiapkan segala sesuatu dalam bentuk resep dan menjelaskan bagaimana menggunakan form yang mudah yang didalamnya terdapat susunan kandungan obat yang komplek dan kemudian menjadi mudah digunakan sebagaimana sekarang kita kenal dengan nama resep obat.

Al-Biruni
Al-Biruni menulis salah satu karya Islamiah yang paling berharga atas ilmu farmasi menghakkan Kitab al-Saydalah (Buku Obat), di mana dia memberi pengetahuan terperinci khasiat obat dan menguraikan garis besar tugas apotek dan fungsi dan kewajiban apoteker. Ada juga Sabur Ibn Sahl (D 869), dokter pertama untuk memulai pharmacopoedia, menggambarkan jenis besar obat dan pengobatan untuk penyakit.

Demikian sebagian dari beberapa tokoh praktisi farmasi muslim yang berperan penting dalam perkembangan sejarah farmasi.